Story And Movies

Sabtu, 31 Juli 2010

PUNCAK SINAI






Read more!

BUKIT SINAI





Read more!

sekitar egypt...:)



























Read more!

Rindu tak urung bertemu

kisah ini berawal dari aku yang ikut berpetualang ..dan menemukan seorang prempuan, yg sungguh membuat aku bingung dan berkata....PANTASKAH AKU MEMILIKINYA?
maka disini aku menuliskan ttg semua itu....

============================================================================




Masa yang membahagia masa indah bersamamu, jalinan kasih lama terpisah kembali di masa itu, di suatu masa dengan segenap membungkus rasa rindu, satu, untukmu ku ingin bertemu. Setiap kehampaan malam dirimu hadir sebagai syair.Ku merasa raja pujangga dengan syair dirimu untukku. Engkau syairku di setiap sudut sudut tulisanku, syair melena dunia kala di baca.
Di masa yang ku merasa cinta tak hanya kata manja atau sapa. Hadirnya cinta sebagai rasa, dari mana entah kapan ku tak peduli darimu aku merasa. Darimu ku membayangkan cinta dewa raja bermasa masa, darimu ku mengenal cinta mengisi malam penuh dahaga, darimu ku sadari cinta sejati hanya sekali. Engkau ilhamku di setiap sastra egoku.
Aku merindu masa itu,.. masa ku terpenjara tatapan hiasan pelangi kedua matamu, tanpa malam sunyi selalu berhias mimpi mimpi tebaran bintang cinta sejati, tak memendar tawa tak pudar canda impian selalu bahagia.
Tapi, kenapa adat mesti berkata, kenapa semua lepas begitu berbeda, meski tak utuh cintaku bukan ranting rapuh jatuh ke tanah. Seperti kecewa semua terlanjur karam di dada, semua kenangan lama yang tlah menorehkan luka di dada. Cinta hanyalah cinta biarlah rasa yang berbicara dan waktu kan menjawabnya. Biarkan ku sekarang menggeluti garis nasib tanpa cinta.


NB: Ku tak mengerti dan tak peduli apakah ini puisi atau prosa ataupun sajak, tak ada yang baru. hanya pengulangan kata dan bahasa yang sama dengan satu masa. Ku hanya ingin menulis bayangan serpihan cinta yang tersisa, karena jujur ku akui aku belum pernah terperosok jatuh lebih dalam dan terhanyut dalam kubangan yang namanya cinta, entah dari mana ini datangnya, kenagn itu datang denganku bersama cinta monyetku, jelas sekali bukan cinta ular atau serigalaku.

Read more!

Mimpi gelandangan pengamen jalanan

siapa bilang seorang gelandangan tak punya cita-cita dan harapan besar???
siapa bilang dia tidak ingin merealisasikan mimpinya itu....??
jgn sepele terhadap hal yang bisa membuat kamu tersenyum kecil, karena mungkin senyuman kecilmu itu akan menghadiahkan duka sdih di hatimu...

==================================================================

Dari kata kataku yang terdengar

Mungkin arti dari kebisingan

Dari keberadaanku yang terlihat pandangan

Mungkin suatu hal yang tak di inginkan

Walaupun tak di harapkan tapi ku tetap berusaha bertahan

Mungkin kalian bosan,mungkin ku menjijikan

Tapi inilah keadaan.. sebutir pandangan kehidupan

Mengubur dalam rasa malu

Ku dendangkan lagu…

Mengharap simpatimu

Serasa merdu untukku…

Bagaimana denganmu..

Bukan setengah dari yang kau miliki yang ku minta

Secuil darinya yang sederhana ku terima

Ku tak memaksa dari kamu semua tuk memberi

Sedikit darimu sangatlah berarti

Sangat jelas bagiku…. tentu jua negeriku

Kotor bajuku … kumuh tubuhku… tapi bukan karena debu

Dari merekalah yang meminjam bajuku…

Menyandang gelar kehormatanku…

Tak sungkan mereka memaksamu

Muka seram tersandang.. takutmu karena itu..,ku bukan itu…

Coba kau cuci bajuku…,tak kau beri detergentpun ku mau..

Simpan di lemarimu… di situ terjaga bajuku

Bagaimana dengan gelar kehormatanku…. Namaku…

Harumkan ia karenamu…

Parfum murah akupun mau..

Mungkin kata…atau pandangan pelupuk mata

Seakan biasa.. tapi membawa makna

Mungkinkah bisa… kalau keberadaanku sudah terhina

Hanya sebagai pandangan sebelah mata

Harapku itu karena debu… bukan dari hatimu

Mungkinkah debu masuk di sebelah mata dari kamu semua

Sedikit dariku mungkin bisa membantu…

Dari lagu merduku teralun untukmu

Dari pengetahuanku menyalur untukmu

Di eramu menjelang pemilu…mungkinkah ku bisa membantu

Dari mereka yang bosan denganku…

Dari mereka memilih kamu…

Dari kampanyeku… tak terasa bagimu… tak keluar rupiahmu

Mungkin dari laguku mengubur dalam kekerasan,menenggelam penindasan

Tak ada harapan bagiku,hanya kepedulianmu

Ah…. Ku sadar sekarang ku terkapar

Cobaku bangun dari mimpiku

Harap tak tenggelam dalam khayalan

Hanya kemustakhilan

Ku tak di pedulikan

Secuil perhatian hanya sebagai pajangan

Diriku,,, cermin negeriku

Adaku… karena negeriku

Sekarang di mana aku.


Read more!

Arti Sempurna

ternyata Allah maha besar, hingga membuat manusia adalah makhluk paling sempurna, namun nyatanya masih ada yang tidak bersyukur akan ni'mat itu...
terbesir di benakku menuliskan arti sebuah kesempurnaan...

==================================================================

Dunia… dunia…begitu indah di pandang,berjuta warna menghiasinya,lembaran kehidupan penuh dengan aneka ragamnya,memenuhi segala yang ada.

Terkisah dalam panggung sandiwara kehidupan.


Mencoba sang pujangga merangkum kata kata dari makna yang ada,,, tapi jua tak cukup tinta menggoreskan penanya,,, tuk menuliskannya.


Dari segala yang ada,, tak hanya sebagai pandangan mata belaka.


Dari segala yang ada,, tersirat berjuta juta makna,bahkan tak terhingga dari semua yang ada.


Berdasar kata yang terucap,tiada yang sempurna di hamparan dunia,,, di alam jagad raya,,, di alam semesta.Dengan segala kekurangan kekurangan yang ada,,, mungkinkah terselip makna kesempurnaan….? Tak taukah aku,,,? Ke EsaanNya,, ke AgunganNya,,apa apa yang menjadi KehendakNya,, apa apa yang tlah tercipta di alam semesta ini,, apa apa yang ada di dunia ini,, jagad raya ini,, bukankah tercipta karna keSempurnaanNya,,.?


Ya.. keSempurnaanNya.Semua kekurangan,,, mungkin jua kepincangan,,, tak taukah aku,,semua itu sudah penuh perhitungganNya yang mungkin jua ku tak pernah memikirkannya.Mungkinkah kan terungkap segala rahasiNya di dunia ini…?

“Di dunia ini tidak ada yang sempurna,hanya satu yang sempurna,,Ialah Sang Pencipta” Berkali kali ku dengar,,, dari bibir terucap,,, .Dari Sang Pencipta Yang Maha Sempurna semua tercipta,, tapi apakah ku meragukan segala apa apa yang di ciptakanNya,,,?


Tak sempurnakah apa apa yang di ciptakanNya,,,?Ataukah itu menjadi bagian dari rahasiNya,,,?

Di sini ku coba tuk menggoreskan pena,, sejenak ku berfikir,, termenung,, mencoba mengerti apa apa yang ku alami,, semua yang terjadi,,.Di sini ku tak bisa memberi kesimpulan dari semua ini,namun satu hal yang pasti ku tetap mencari hikmah dari semua ini


Dan satu hal lagi,salahkah ku bila menganggap apa apa yang tlah tercipta atau sebagian dari padanya adalah sempurna?


Ladang dzikir yang tiada bertepi Mengartikannya


Read more!

SYAIR PERAHU

syarm seikh, ketika itu aku duduk seorang diri dan menatap kepada perahu tua yang terhenti karena tlh rapuh, dan seakan iri terhadap perahu-perahu lainnya yang bisa bermain dgn derunya ombak, dan termakan oleh kata "muda kau di puja tua kau lupa" dan terbesit olehku sebuah syair ttg dirinya....

====================================================================

nilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.

Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.

Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.

Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.

Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.

La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.

Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.

Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.

Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.

Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.

Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.

Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.

Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.

Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.

Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.

“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.

Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.

“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.

Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.

Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.

Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.

Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.

Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)

Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.

Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?

La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.

La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.

La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.

La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.

La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.

La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.

La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.

La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.





Read more!

SYAIR-SYAIR KEHIDUPAN

Dahulu jiwa tercipta tidak ada yang percaya
Bahwa jiwa akan berbuat aniaya terhadap sesama
Atas kasih sayang jiwa menjadi mulia
Semesta sujud berikan penghormatan

Jiwa turun kedunia karena wanita
Karena wanita jiwa mengerti arti bahagia
Wanita dicipta untuk jiwa agar memahami arti cinta
Dgn cinta jiwa mengerti bahwa jiwa adalah seorang hamba

Cinta bukan memiliki akan tetapi hanya ingin dimiliki
Biarlah cinta yang membawa jiwa kepada pemiliknya
Hanya Tulus dan Ikhlas yang membuat cinta itu bermakna
Karena Cinta telah cukup untuk cinta

Yang Maha Esa Mencipta alam semesta
Yang Maha Esa Mencipta manusia bukan dengan sia-sia
Tetapi hanya ingin menunjukkan apa itu bahagia
Agar manusia mengerti bahwa ia adalah seorang hamba yang memiliki Raja

Manusia turun kebumi untuk diuji
Untuk menjadi manusia sejati
Muliakan hati untuk mendapatkan derajat tertinggi
Menjadi kekasih yang dikasihi dan diberkati

Apakah Dunia tak seindah rupanya
Menipu dan memperdaya selama hidupnya?
Dunia ini telah menenggelamkan manusia, begitu kejamkah dunia ?
Sesungguhnya dunia dicipta untuk melayani dan dilayani, akan tetapi manusia sendiri yang tak tau diri,Egois bahwa manusia paling sempurna.

Bencana alam terjadi bukan karena usia dunia yang sudah tua
Tetapi manusia yang berbuat semena - mena terhadapnya
hanya ingin dilayani tetapi tidak ingin melayani
bencana tercipta karena manusia lupa hingga Yang Maha Murka

Hanya jiwa yang mengerti jiwanya
Hanya Jiwa yang sadar dapat mengerti jiwanya
Bahwa jiwa tidak selamanya didunia
Bahwa usia telah berkurang dalam dunianya

Jiwa tercipta untuk menjadi bahagia dan merdeka
Jiwa merdeka, hanya ikhlas yang ada
Saat Yang Maha berkata Inilah saatnya engkau kembali
Jiwa Pasrah dan rela hanya terucap kata
"LAILLAHA ILLAALLAAHU WALAQUWWATA ILLA BILLAH"
Amin.........................


Assalamualaikum ucap jiwa dalam hati
Jiwa Panjatkan doa sekedar berharap kepada ilahi
Mengetuk pintu sebagai tamu
Berharap diterima sebagai tamu yang diharapkan.

Oh, Pantaskah aku bertamu dengan ini?
Tanpa busana kebanggaan yang melekat pada diri
Akankah jiwa dihormati dan tidak dipandang setengah hati
Kukatakan padamu bahwa tuanku seorang pemurah hati.

Kemewahan tidak membuat jiwa mulia
Tanpa busana pun manusia bisa menjadi mulia
Bukankah jiwa datang tanpa harta?
Dan tahukah kamu harta apa yang paling mulia?

Sang Maha mewariskan Surga dan neraka
Bagi Hamba Yang bertaqwa dan durhaka
Puja dan Puji Bagi sang Maha
Engkau adalah Keadilan ilahi

Engkau cipta sang kaya dan kaum papa
Agar mereka bisa memberi dan menerima
Perbedaan yang berarti sama
Bahwa mereka sebenarnya tiada memiliki apa-apa

Benakku bertanya? Kenapa jiwa harus tercipta?
Kenapa jiwa tercipta kalau hanya untuk tiada?
Yang Maha berkata tidaklah kucipta semua ini dengan sia-sia
Apa maksud ini semua?
Semua jiwa pasti bertanya, siapakah aku yang sebenarnya?
Kenapa aku berada, dan kenapa aku harus tiada?

Tidakkah jiwa berpikir kenapa jiwa datang kedunia?
Pernahkah jiwa mendengar Yang Maha berkata
"KUCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA HANYA UNTUK MENYEMBAH KEPADAKU"
Ku katakan kebenaran sejati, Ku katakan tujuan hidup sejati
Bahwa manusia hanya dicipta untuk menyembah kepada Sang Maha

Read more!

hidup itu praktek

Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk

Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata

Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing



NB : Dari kata yang jauh terpelesat mungkin tak kau temukan arti tersirat, dari sajak sajaknya hanya dialog setan yang tak terjemahkan,kata kata pedat,sesat.pergelaran kata kata tersendat di saat saat istirah. Beragam arti kehidupan, ketahuilah ia tetap dan terus berjalan, hilangkan arti teori,hidup itu praktek ( tak hanya sekedar perjuangan ).Bahkan tak enggan orang beranggapan hidup itu sudah susah,kenapa juga masih kau pikirkan yang susah susah ( arti kehidupan ). Di rambatan renungan kesunyian berpautan setitik pencerahan ” Laa Yukallifullohu Nafsan Illaa Wus aha ”


Read more!